7 manfaat lada untuk kesehatan

jejamuan.com Sensasi pedas bila digigit dan rasa hangat yang ditimbulkan ketika kita mengkonsumsi rempah rempah yang satu ini, menjadi daya tarik dan sensasi sendiri bagi orang yang meminum atau memakannya yaitu Lada atau  mempunyai nama latin Piper nigrum. Dibeberapa daerah ada yang menyebutnya merica atau sahang.

Tanaman rempah yang satu ini memang sangat banyak manfaatnya, selain sebagai bumbu dapur, kandungan kimia dari lada juga bisa dipakai untuk mengobatui beberapa masalah kesehatan, kandungan kimia tersebut seperti minyak lada, minyak lemak dan pati.

Julukan lada sebagai The king of spice rasnya sangat tepat, hal ini disebabkan lada masih menduduki peringkat teratas dari total kebutuhan rempah dunia. Sehingga indonesia sendiri sebagai salah satu negara penghasil lada mengekspor kurang lebih 80% hasil ladanya ke pasar dunia karena lada menjadi salah satu komoditas rempah yang bernilai bisnis tinggi di dunia.

Bicara mengenai lada rasanya kurang lengkap kalau kita tidak mengenal Lada itu sendiri, mulai dari asal muasal, jenis, penyebaran dan cara budidayanya.serta yang terakhir adalah manfaatnya.

Lada adalah salah satu jenis tanaman yang tumbuh subur di daerah beriklim tropis di dataran rendah dengan kelembaban yang tinggi sekitar63-98% tetapi juga punya toleransi yang tinggi terhadap suhu udara 20 – 35 derajat celcius.

Di indonesia terdapat sekurangnya 40 jenis lada namun yang dikembangkan disesuaikan oleh kondisi iklim daerah masing masing.sebagai salah satu negara penghasil lada terbesar didunia  disumbang kan oleh propinsi lampung, kepulauan Bangka belitung, Kalimantan Timur, dan Kalimantan barat.

Pada umumnya masyarakat indonesia hanya mengenal  2 jenis lada yaitu lada hitam dan lada putih, tahukah anda bahwa sebenarnya kedua lada ini adalah dua tumbuhan yang sama hanya saja pengelolaan pasca panennya saja yang berbeda.

Lada hitam sebenanya lada yang dikeringkan tanpa mengelupas kulit nya. Sedangkan lada putih sebelum dikeringkan dikelupas dulu kulitnya dengan proses perendaman dan pengelupasan.

Dilihat dari tingkat kepedasan lada putih lebih pedas dari lada hitam akan tetapi aroma lada hitam lebih khas dan harum dibandingkan dengan lada putih.

Kandungan metabolit lada sangat beragam antara lain zat piperin , piperanin dan chavicin. Dalam lada hitam chaviscin yang banyak terdapat dalam daging biji yang menyusun lada hitam, pada lada putih lapisan daging biji sudah dikelupas, hal ini akan mempengaruhi aroma dan citarasa ketika lada dijadikan bumbu masakan. Akan lebih harum menggunakan lada hitam dibanding lada putih dikarenakan aroma khas yang dihasilkan oleh chaviscin ini.

Selain zat piperin ada juga minyak atsiri dan alkaloid yang punya sifat  sebagai stimulan pengeluaran keringat, mengeluarkan gas lambung atau carminativ, diuretik, sebagai peningkat nafsu makan, untuk mengoptimakna kinerja kelenjar pencernakan dan mempercepat proses pencernakan lemak.

Selain hal tersebut berikut masih banyak sekali manfaat lada untuk kesehatan. Yaitu :

  1. Sebagai dekongestan alami

Rasa pedas yang dihasilkan oleh zat piperin mampu membuka saluran pernafasan dan mengencerkan dahag sehingga jalan udara keluar masuk paru paru dan hidung lancar

  1. Mencegah perbanyakan sel kanker

Piperin sebagai salah satu antioksidan yang etrdapat dalam lada mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan menyerang sel kanker dan menjaga sel sehat disekelilingnya.

  1. Mengontrol gula darah

Piperin secara penelitian effektif mengontrol gula darah ketika dikonsumsi dan dikombinasikan dengan metformin.

  1. Meredakan peradangan

Zat anti radang yang terdapat dalam lada mengatasi berbagai macam gejala peradangan yang ada, seperti radang sendi

  1. Memperbaiki sel saraf otak

Penggunaan lada hitam untuk terapi alzhaemer dan parkinson, sudah mulai dikembangkan

  1. Mengontrol kadar koleterol

Zat piperin disinyalir mampu mempercepat penyerapan zat zat yang dapat menurunkan kolesterol

  1. Memperbaiki kondisi pencernakan

Efek anti radang dan anti bakteri terbukti dapat melindungi lambung dari penyebaran bakteri H. Pylori yang menjadi penyebab utama luka lambung.